Tampilkan postingan dengan label PSIKOLOGI UMUM 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PSIKOLOGI UMUM 1. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Desember 2009

Aliran Fungsionalisme

Yuks saya nggak usah banyak cuap-cuap, langsung aja deh ke TKP. Semua tentang Fungsionalisme dah ada di sini...
Pada dasarnya, kalau kita dah belajar Fungsionalis, yang paling sering mncul pasti William James, James Rowland, Angell, John Dewey. Selain itu, aliran ini selalu ngomongin seluruh kegiatan manusia atau bisa dikatakan proses mental suatu individu. Mereka mengamati segala sesuatu yang bisa diindrakan.
Dalam Fungsionalisme kita juga bakal ngenal sama yang namanya Cattel, yang mana beliau adalah salah satu ahli dalam Psikologi yang menemukan alat ukur Psikologi.
Dalam Fungsionalisme, kalau kata dosen saya waktu ngejelasin, beliau bilang "pada intinya di Fungsionalisme itu bilang kenapa kita gak ikut secara satu kesatuan yang utuh dan dinamis aja." Soalnya, Fungsionalis juga merupakan dasar dari aliran Behaviorisme. Dari statemen para ahli yang saya dengar dari dosen saya, sudah dapat kita mengerti aliran ini muncul karena banyak aliran-aliran psikologi seperti Strukturalis, Asosiasi hanya melihat jiwa secara bagian perbagian saja.
Adapun ciri-ciri aliran Fungsionalis adalah sbb:

  • lebih menekankan pada fungsi mental daripada elemen-elemen
  • fungsi psikologis adalah adaptasi terhadap lingkungan sebagaimana adaptasi biologis Darwin. Kemampuan individu untuk berubah sesuai tuntutan dalam hubungannya dengan lingkungan adalah sesuatu yang terpenting
  • Fungsionalisme juga sangat memandang penting aspek terapan atau fungsi dari Psikologi itu sendiri bagi berbagai bidang dan kelompok manusia
  • Aktivitas mental tidak dapat dipisahkan dari aktivitas fisik, maka stimulus dan respon adalah suatu kesatuan
Selain ciri-ciri dari Fungsionalisme di atas, William James juga mengemukakan pendapatnya tentang Fungsionalisme, yaitu:
  • Fungsionalis mempelajari fungsi atau tujuan akhir aktivitas manusia
  • semua gejala psikis berpangkal pada pertanyaan dasar yaitu apakah gunanya aktivitas itu
  • Jiwa seseorang diperlukan untuk melangsungkan kehidupan dan berfungsi untuk menyesuaikan diri lebih menekankan apa tujuan akhir dari aktivitas tersebut.
Jadi demikianlah postingan saya tentang aliran Fungsionalisme. Mohon maaf kalau ada kesalahan baik yang gedhe maupun yang kecil. Salah ejaan atau salah bahasa, kesempurnaan hanya milik Allah, dan kekurangan seutuhnya milik saya. See you in next Post...

Read More......

Sabtu, 07 November 2009

Aliran Asosiasi

Asosiasi, pertama kali yang terlintas aliran ini menekankan pada hubungan. Entah apa itu, untuk mengetahui lebih lanjut, marilah kita mempelajari bareng-bareng...soalnya ini merupakan sepenangkap saya dari keterangan dosen saya yang saya banggakan...

Aliran ini dicetuskan oleh Thomas Hobbes (1588-1679). Menurut pak Hobbes ini, jiwa itu terbagi menjadi tiga bagian, yaitu :
  1. Sensation->proses seseorang menerima rangsang
  2. Secall->proses seseorang memproduksi kembali yang dialami
  3. Association->penggabungan rangsangan satu dengan rangsangan yang lain kemudian lahirlah berpikir
Intinya, aliran ini menjelaskan hubungan antara ide dengan ide. Dimana yang dihubungkan adalah prinsip-prinsip kemiripan, kontras, dan kedekatan (kontiguitas). Sehingga ada tiga hukum asosiasi, yaitu :
  • Similaritas -> persamaan dua hal yang menyebabkan asosiasi
  • Kontiguitas -> kelanjutan antara satu hal yang satu dengan yang lain
  • Intensitas -> kekuatan hubungan antara dua hal karena menimbulkan keraguan
Terus kalau kata dosen saya nih, ada juga kuat lemahnya asosiasi itu berdasarkan :
  • Ketetapan, contohnya : Hitam-Putih
  • Kepastian, contohnya : kalau udah ngomongin Freud, pasti ngomongin Psikoanalisa
  • Fasilitas, contohnya : Kalau kita ngeliat orang yang berjilbab, pasti asosiasinya kalau dia itu alim, ibadahnya bagus, rajin, dan lain-lain.
Kayaknya sih asosiasi samapi sini dulu deh,,,soalnya catatan saya sendiri juga kurang lengkap. Sekali lagi, ini adalah hasil dari pembelajaran saya yang dapat saya tangkap. Soalnya, kata Dosen saya juga, pembelajaran akan lebih baik jika dilakukan dengan sesuatu yang bermakna dan menyenangkan. So, buat dosen saya, maafkan daku Bu, kalau ada yang salah hehehe......
See you in next posting yach.........

Read More......

Jumat, 06 November 2009

Aliran Strukturalisme

Intinya, aliran strukturalisme adalah mempelajari jiwa manusia berdasarkan elemen-elemen. Nah, biar lebih paham dan ngerti gimana proses dan semua info tentang aliran ini, yuk mari langsung ke penjelasan berikut ini....

Aliran Strukturalisme berawal dari penemuan laboratorium Psikologi pertama oleh Wundt di Jerman. Wundt bersama muridnya Tichener dengan giat mengembangkan aliran ini. Inti dari aliran ini adalah memandang jiwa itu sebagai elemen per elemen. Selain itu, aliran ini juga menggunakan metode introspeksi atau lebih tepatnya adalah retrospeksi. Yang mana retro=kembali, dan spektare=melihat, sehingga Wundt lebih memilih menggunakan istilah retrospeksi. Metode ini harus dilakukan dengan jujur agar memperoleh hasil yang maksimal, karena metode ini melihat kembali peristiwa-peristiwa yang telah terjadi dalam dirinya sendiri dan bukan apa yang sedang terjadi di dalam dirinya.
Kelemahan metode ini, adalah :
  1. Kesulitan pada manusia dalam melakukan tugas menghayati dan mengingat kembali
  2. Faktor ingatan yang terkadang menghambat, faktor kelupaan, dan pencampuradukkan antara fantasi dan ingatan
  3. Kekurangan kosa kata ketika menceritakan hal-hal yang talah dialami
  4. terkadang berbohong ketika menceritakan kembali
Oleh karena itulah antara Wundt dan Ticthener mengalami sedikit perbedaan. Tetapi, mereka juga memiliki tujuan konsep dari aliran Strukturalisme itu sendiri, antara lain:
  1. Menggambarkan komponen-komponenkesadaran
  2. menggambarkan kombinasi kesadaran sebagai elemen-elemen dasar tersebut
  3. Menjelaskan hubungan elemen-elemen kesadaran dengan sistem
Dalam hal ini, komponen-komponen kesadaran adalah sebagai pembentuk elemen dasar (pengindraan) yang lebih kompleks. Sehingga jika diurutkan prosesnya adalah elemen dasar -> komponen kesadaran -> elemen komplex
Meskipun Tichener sudah merumuskan konsep bersama Wundt, dia masih memiliki pemikiran sendiri, yang biasa disebut tiga pemikiran utama Tichener :
  1. Identifikasi sensasi mendasar
  2. Identifikasi elemen dasar sensasi
  3. Menjelaskan bekerjanya mind
Sehingga, menurut Tichener, penelitian tidak cukup dilakukan sekali dengan laporan deskriptif saja. Tetapi harus dibandingkan dengan yang lain. Baginya, terkadang ada perubahan baik di elemen dasar maupun elemen berikutnya. Meskipun seorang subjek sama-sama melihat, tetapi asosianya bisa saja berbeda karena elemen mindnya berbeda juga.
Ciri yang paling penting dari aliran ini adalah penekanannya pada analisis atas proses kesadaran yang dipandang terdiri atas elemen-elemen dasar, serta usaha menemukan hukum-hukum yang membawahi hubungan antar elemen kesadaran tersebut. Segala sesuatu atau proses yang terjadi dalam diri manusia, selalu dianggap bersumber pada kesadaran.


Read More......

Selasa, 03 November 2009

Sejarah Psikologi

Orang bilang tak kenal maka tak sayang. Istilah ini emang berlaku banget, apalagi kalau udah nyangkut pelajaran atau mata kuliah. Maka dari itulah sebelum saya memposting materi tentang Psikologi lebih jauh saya mau memperkenalkan tentang apa sih Psikologi itu? Bagaimana sejarah Psikologi?
Hoohoo....nggak usah bingung-bingung Psikologi awalnya berasal dari kata Pscyhe, yang berarti jiwa dan Logos yang berarti ilmu pengetahuan. Jadi secara harfiah Psikologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari kejiwaan manusia. Kemuadian buat pengertian Psikologi yang sedikit cukup panjang, Psikologi adalah ilmu yang mempelajari aktivitas-aktivitas psikis manusia dan hewan.
Sejarah Psikologi sendiri pada awalnya berasal dari pemikiran Plato yang ngomong Manusia itu terlahir dengan segala macam idenya. Artinya, jiwa manusia itu merupakan kumpulan dari ide-ide yang berkaitan dengan pengalaman. Walaupun baru nampak ketika dewasa. Oleh karena itulah Plato menyebut dirinya aliran Idealis. Aliran idealis ini menganggap sesuatu dapat dikatakan benar jika berasal dari ide. Makanya Plato mamiliki pemikiran membagi jiwa menjadi berpikir yang terletak di kepala, kehendak yang terletak di dada, dan keinginan yag terletak di perut.
Setelah Plato, kemudian banyak bermunculan aliran Rasionalisme dengan tokohnya Rene Descrates. Descratea ngomong "saya ada jika saya berpikir". Maka dari itu Aliran ini menganggap sesuatu dapat dikatakan benar jika berasal dari berpikir.
Kemudian muncul Aristoteles, dengan status murid dari Plato. Aristoteles beranggapan bahwa segala hal bisa dinyatakan benar jika ada faktanya (Realitanya). Makanya itu, Aristoteltes dijuluki sebagai aliran Empiris.
Gebrakan dari Aristoteles ini menyemangati Wilhelm Wundt yang waktu itu ada di Jerman untuk membuat sebuah laboratorium di Universitas Leipzig tepatnya pada tahun 1879. Pada saat itulah merupakan awal mulanya Psikologi diakui sebagai ilmu. Setelah membuat laboratorium, Wundt mencetuskan aliran Strukturalisme. Aliran ini menyebutkan bahwa jiwa itu terdiri atas elemen-elemen atau struktur-struktur. Tiap elemen ini selalu terasosiasi satu sama lainnya. Aliran ini juga mengakui adanya teori Asosiasi.
Selain Wundt, ada juga muridnya yang bernama Ticthener, yang membawa Strukturalisme ke Inggris, lalu kemudian ke Amerika. Perkembangan aliran Strukturalisme di Inggris atau Eropa ditolak mentah-mentah. Aliran ini mendapat kritikan bahwa jiwa itu gak boleh dipandang hanya elemen saja. Harus memandang jiwa secara keseluruhan. Kemudian lahirlah aliran Gestalt, yang mengemukakan bahwa jiwa berjalan dan sifatnya selalu menyeluruh.
Sementara itu, karena di Eropa aliran Strukturalisme tidak berkembang, akhirnya Ticthener membawanya ke Amerika. Di Amerika pun juga gak terlalu diterima. Hal ini dikarenakan penduduk Amerika yang berasal dari kaum imigran, berharap mendapatkan manfaat dari hal-hal yang baru. tetapi aliran ini masih terlalu abstrak dan belum memberikan manfaat bagi mereka. Akhirnya lahir aliran Fungsionali di Amerika, yang lebih pada fungsi dari jiwa. Tokohnya ada James dan Cattel. Aliran ini pun juga mendapat kritik kalau mempelajari jiwa juga masih terlalu abstrak. Lalu lahirlah aliran Behaviorisme. Aliran ini berkembang di Amerika.
Sementara itu...Aliran Gestalt yang berkembang di Eropa akhirnya dibawa ke Amerika. Aliran ini berisi tentang persepsi, proses mental, dan lain-lain. Kemudian aliran Behaviorisme yang saat itu berkembang di Amerika juga di bawa ke Eropa dan melahirkan aliran Kognitif. Yang mana aliran Kognitif ini ngeritik Behaviorisme bahwa manusia itu gak selalu dipengaruhi oleh lingkungannya saja, tetapi mereka berperilaku itu melalui proses berpikir, proses internal mental juga ada.
Ditengah gonjang=ganjing aliran itu, muncul lah aliran Psikoanalisa, dengan Freud sebagai tokohnya. Aliran ini bertolak belakang dengan aliran kognitif. Aliran ini berpendapat bahwa sebesar 80% manusia berperilaku itu dengan ketidaksadarannya. Tetapi meskipun begitu, aliran terbesar yang memiliki banyak pengaruh adalah aliran Psikoanalisa dan Behaviorisme.
Meskipun begitu, sering kita dengar pepatah "tak ada gading yang rusak", meskipun kedua aliran tersebut merupakan aliran besar, mereka msih saja mendapat kritik. Yaitu dari aliran Humanisme, atau juga dikenal dengan Madzab ketiga. Humanisme bilang kalau Behaviorisme itu menganggap manusia kok kayak robot yaa??? Padahal manusia itu bisa berubah dan berpikir, bukan hasil dari bentukan lingkungan aja. Belum tentu kalau lingkungan individu tersebut maling, maka dia juga bakalan jadi malaing.
Terus Humanistik juga bilang ke Psikoanalis, kok manusia itu kayak hewan aja, cuman dikendalikan oleh insting (Id)??? Padahal manusia itu bisa menghasilkan ide-ide kreatif. bisa membentuk dirinya sendiri, dan lain sebagainya. Intinya, Humanisme itu aliran yang lebih memanusiakan manusia. Aliran ini disebut juga Madzab ketiga karena muncul setelah aliran Behaviorisme dan Psikoanalisa.
Well, kira-kira seperti itulah sejarah dari perkembangan aliran dan ilmu Psikologi. Moga-moga ada manfaatnya...

Read More......
Template by : kendhin x-template.blogspot.com